
Padang - Memiliki sebuah ide bisnis atau karya kreatif adalah langkah awal, namun melindunginya secara hukum adalah langkah krusial. Pada Selasa sore (03/02/2026), suasana di ruang layanan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat (Kemenkum Sumbar) tampak hangat saat petugas menerima kedatangan masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai pendaftaran merek dan hak cipta. Layanan tatap muka ini menjadi solusi bagi warga yang ingin memastikan identitas bisnis mereka memiliki payung hukum yang kuat.
Dalam sesi konsultasi tersebut, petugas Bidang Kekayaan Intelektual memberikan bimbingan lengkap mulai dari tata cara penggunaan akun pendaftaran hingga teknik pengecekan status permohonan secara berkala. Hal ini penting agar pemohon tahu betul setiap tahapan yang sedang berjalan, apakah merek mereka sudah masuk tahap pengumuman atau masih dalam pemeriksaan substantif. "Kami ingin masyarakat tidak hanya mendaftar, tapi juga paham prosesnya sampai sertifikat keluar," ujar salah satu petugas layanan.
Selain teknis pendaftaran, petugas juga memberikan masukan berharga terkait pemilihan nama dan logo agar tidak memiliki kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar sebelumnya. Konsultasi ini membantu pemohon meminimalisir risiko penolakan permohonan di kemudian hari. Dengan kesabaran, petugas meminta pemohon untuk segera melengkapi dokumen sesuai format agar pendaftaran dapat segera diproses melalui sistem Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Rangkaian layanan yang berakhir pada sore hari ini berjalan dengan tertib dan lancar. Kemenkum Sumbar berkomitmen untuk terus membuka pintu konsultasi selebar-lebarnya bagi pelaku usaha dan kreator di Sumatera Barat. Dengan layanan prima dan transparan, Kemenkum Sumbar optimis ekosistem ekonomi kreatif di Ranah Minang akan semakin sehat dan terlindungi secara hukum.
(Humas Kemenkum Sumbar)
#KementerianHukum
#LayananHukumMakinMudah
#KanwilKemenkumSumbar
